Minggu, 01 Mei 2016

contoh proposal penelitian




PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA
DI DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR (SMKN 1 BONTOMANAI)



LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN

1.      Judul Penelitian         : PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR (SMKN 1 BONTOMANAI).
2.      Peneliti
        Nama lengkap             : Musfirawati
        NIM                            : 1529040066
        Fakultas/Jurusan          : Teknik/Pend. Teknik Elektro
        Program Studi             : Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer
        Email dan No. HP       :  musfirawati.teknikunm.2015@gmail.com
3.      Luaran yang ditargetkan
-          Publikasi (nasional/nasional terakreditasi/internasional) / buku ajar / produk / HAKI / Hak Cipta
4.      Waktu Penelitian       : tanggal 2 Februari s/d tanggal 2 Juni
                                                                            

 

























Makassar, 04 Januari 2016

Mengetahui,

    Pembimbing I                                                                  Pembimbing II   


    
    Dr. Syahrul,M.Pd                                                      Dyah Vitalocca, S.T, M.Pd
      NIP. 19621005-198702-1-001                                          NIP. 19840412-201404-2-001

                                                                                   


                       








KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah Swt. Atas berkat nikmat kesehatan dan kesempatan serta motivasi yang telah diberikan kepada penulis. Proposal rencana penelitian dengan judul PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR (SMKN 1 BONTOMANAI)dapat dirampungkan penulisannya berkat lindungan-Nya. Penulisan ini selesai dengan berbagai hambatan yang datang kepada penulis. Namun, hambatan tersebut dapat diatasi berkat petunjuk dari-Nya.
Proposal rencana penelitian ini disusun berdasarkan tugas pemenuhan dan persyaratan dalam mata kuliah Filsafat Ilmu. Untuk memenuhi predikatnya sebagai tugas, tentu saja penyajian teori dipaparkan lebih detail serta tetap memperhatikan bahan pustaka yang diambil sebagai sumber landasan teori.
Penulis menyadari dalam Proposal rencana penelitian ini masih jauh dari kata sempurna dan masih banyak kekurangan – kekurangan sebagai akibat keterbatasan pengetahuan dan waktu bagi penyusun. Oleh karena itu, penulis mengharapkan adanya kritik dan saran kearah penyempurnaan makalah ini, sebelumnya atas saran dan kritikan tersebut diucapkan terima kasih.




Makassar, 03 Januari 2016



Musfirawati        






BAB I 

PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah

Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena ada interaksi antara seseorang dengan lingkungan. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja dan dimana saja. Salah satu tanda bahwa orang itu belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri seseoarang itu yang mungkin terjadi disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan ketrampilan atau sikapnya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin mendorong upaya-upaya pembaharuan dalam pemanfaatan hasil-hasil teknologi dalam proses belajar mengajar. Para guru dituntut untuk bisa menggunakan alat-alat yang disediakan oleh sekolah dan alat-alat tersebut sesuai dengan perkembangan dan tuntutan zaman.
Semakin sadarnya orang akan teknologi yang dapat membantu pembelajaran sudah dapat dirasakan. Pengelolaan alat Bantu pembelajaran sudah sangat dibutuhkan. Metamorphosis atau perubahan dari perpustakaan yang menekankan pada penyediaan permintaan dan pemberian layanan secara cepat dari beragamnya kemampuan individu untuk menyerap informasi, menjadikan pelayanan yang diberikan harus bervariatif dan secara luas. Selain itu, semakin meluasnya kemajuan dibidang komunikasi dan teknologi serta ditemukannya dinamika proses pembelajaran, maka pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pengajaran semakin menuntut dan memperoleh media pendidikan yang bervariasi.
Masalah  pendidikan dan pengajaran merupakan masalah yang cukup kompleks di mana banyak factor yang mempengaruhinya. Salah satu factor tersebut adalah pendidik aatau guru. Guru merupakan komponen pendidikan yang yang memegang peranan penting dan utama, karena keberhasilanproses belajar mengajar sangat ditentukan oleh faktor guru. Adapun salah satu tugas guru adalah menyampaikan materi pelajaran kepada siswa melalui interaksi komunikasi dalam proses belajar mengajar yang dilakukan. Keberhasilan guru dalam menyampaikan informasi sangat tergantung pada kelancaran interaksi komunikasi antara guru dan peserta didik. Ketidak lancaran komunikasi membawa akibat terhadap pesan yang disampaikan oleh guru. Banyak dari guru yang tidak menguasaai benar komunikasi kepada muridnya sehingga apa yang disampaikan tidak bisa diterima dengan jelas, walaupun guru tersebut sudah menguasai materi yang diajarkan namun karena komunikasi tidak lancar, maka murid akan mengalami kesulitan dalam memahami materi yang disampaikan oleh gurunya.
Komunikasi memegang peranan penting dalam pendidikan. Agar komunikasi antara guru dan murid berlangsung baik dan informasi yang disampaikan guru dapat diterima oleh siswa, maka guru perlu mensiasati kegiatan belajarnya dengan menggunakan alat peraga, salah satunya adalah Penggunaan media pendidikan. Media sangat penting guna menunjang keberhasilan guru dalam mengajar siswanya, dengan menggunakan media pendidikan maka guru tidak akan mengalami kesulitan dalam mengajarkan berbagai materi yang diajarkan kepada siswa. Salah satu media yang digunakan adalah penggunaan Internet dalam Belajar.
Internet (Interconection Networking) merupakan salah satu media yang dapat membantu guru dan siswa dalam pembelajaran. Di dalam Internet terdapat banyak pengetahuan yang dapat diambil manfaat untuk menambah wawasan siswa dan juga guru. Internet bagi sebuah organisasi saat ini telah menjadi media yang sangat penting untuk mendukung kemajuan atau perkembangan dan menjadi media untuk menyampaikan informasi apa saja kepada masyarakat secara luas serta menjadi alat komunikasi yang paling cepat, efektif dan efisien. Dewasa ini penggunaan Internet telah merambah berbagai bidang kehidupan, baik di bidang social, ekonomi, budaya maupun pendidikan. Ada banyak manfaat yang kita peroleh dari penggunaan Internet, diantaranya adalah cepatnya proses pencarian infomasi dan pengetahuan atau berita tentang hal-hal tertentu dan kemudahan melakukan komunikasi secara murah dan efisien.
Internet, di bidang pendidikan sangat berguna dalam proses belajar mengajar di sekolah, dimana para siswa dapat melengkapi ilmu pengetahuannya, sedangkan guru dapat mencari bahan ajar yang sesuai dan inovatif  melalui internet. Para siswa dapat mencari apa saja di Internet, mulai dari mata pelajaran hingga ilmu pengetahuan umum semuanya bisa di cari di internet. Sedangkan guru bisa mencari informasi yang dapat dijadikan bahan untuk mengajarkan materi kepada siswanya selain dari buku.







Penggunaan Internet sebagai media pendidikan dapat dianggap sebagai suatu hal yang sudah jamak digunakan di kalangan pelajar. Untuk itu sekolah-sekolah bisa menjadikan Internet sebagai sarana untuk belajar selain dari bukku dan agat mampu menjadi solusi dalam mengatasi masalah yagn selama ini terjadi, misalnya minimnya  buku yang ada di perpustakaan, keterbatasan tenaga ahli, jarak rumah dengan lembaga pendidkan, biaya yang tinggi dan waktu belajar yang terbatas. Menyadari bahwa di Internet dapat ditemukan berbagai informasi apa saja , maka pemanfaatan Internet menjadi duatu kebutuhan. Dalam setiap aktifitas belajar mengajar, guru adalah seorang yang memberikan bimbingan kepada anak didiknya, dan juga seorang guru juga harus mempunyai profesionalitas yang tinggi terhadap keahliannya.  Selain itu guru juga harus mempunyai suatu keahlian lain dibidang teknologi Informasi terutama Internet, karena pada zaman sekarang guru dituntut untuk untuk bisa menggunakan Internet karena bisa menggali lebih banyak lagi informasi selain yang ada di buku.
Siswa dalam belajar mengajar di sekolah membutuhkan suatu hal yang  bisa membuat mereka semangat dalam belajar, hal tersebut adalah minat belajar siswa. Minat dapat diartikan sebagai suatu kecenderungan untuk memberikan perhatian dan bertindak terhadap orang, beraktifitas atau situasi yang menjadi objek dari minat tersebut dengan disertai perasaan senang. Minat juga bisa diartikan sebagai kecenderungan jiwa yang tetap kejurusan hal yang berharga bagi orang yaitu sesuatu yang sesuai dengan kebutuhan. Berarti Minat belajar dapat diartikan sebagai keinginan yang kuat yang muuncul dari dalam diri untuk belajar lebih giat.
Minat, dalam kegiatan belajar mengajar merupakan suatu hal yang sangat penting. Seorang guru akan berhasil dengan baik dalam proses belajar mengajar bila terlebih dahulu mengetahui apa yang menjadi minat siswa. Minat merupakan salah stu faktor yang dapat menentukan berhasilatau tidaknya dalam belajar. Suatu mata pelajaran hanya dapat diikuti dengan bak apabila siswa itu dapat memusatkan perhatiannya terhadap pelajaran tersebut.
Dalam menerima pelajaran, peserta didik sering mengalami kebosanan mengikuti pelajaran. Dalam kegiatan belajar mengajar seorang siswa harus memiliki minat untuk bisa menerima pelajaran dengan baik, hal itu merupakan tantangan besar bagi seorang guru agar dapat membangkitkan minat belajar siswanya, karena minat belajar mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap aktifitas belajar mengajar.
Untuk meningkatkan minat siswa perlu adanya perubahan pada diri siswa dan lingkungan sekolah, salah satunya untuk meningkatkan minat belajar tersebut adalah dengan penggunaan Internet dalam belajar. Dengan menggunakan Internet, diharapkan siswa tidak bosan dalam menerima pelajaran, sehingga materi yang disampaiakn oleh guru dapat diterima dengan oleh siswa.
Melihat latar belakang masalah tersebut diatas, maka penullis bermaksud mengadakan penelitian dengan judul PENGARUH PENGGUNAAN INTERNET TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI DAERAH KABUPATEN KEPULAUAN SELAYAR   (SMKN 1 BONTOMANAI).

B.       Rumusan Masalah

1.      Bagaimana penggunaan Internet siswa SMKN 1 Bontomanai?
2.      Bagaimana minat belajar siswa SMKN 1 Bontomanai?
3.      Bagaimana pengaruh penggunaan Internet terhadap minat belajar siswa SMKN 1 Bontomanai?
            




















BAB II 

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN


Berdasarkan latar belakang diatas dan rumusan masalah tersebut, maka tujuan penelitian ini adalah :
1.      Untuk mengetahui intensitas penggunaan Internet di SMKN 1 Bontomanai.
2.      Untuk mengetahui minat belajar siswa SMKN 1 Bontomanai.
3.      Untuk mengetahui pengaruh penggunaan Internet terhadap minat belajar siswa SMKN 1 Bontomanai.

1.    Manfaat teotitis

a.    Hasil penelitian dapat dijadikan sebagai sumbangsih pemikiran di lingkungan pendidikan
b.    Dapat dijadikan masukan bagi guru mengenai penggunaan Interneet dalam sekolah
c.    Dapat dijadikan rujukan guru untuk meningkatkan minat peserta didik dalam pembelajaran

2.    Manfaat Praktis

a.    Bagi guru
1)   Dapat menambah pengetahuan tentang penggunaan teknologi Internet
2)   Dapat meningkatkan kreativitas guru dalam mengajar dengan menggunakan Internet
b.    Bagi Siswa
1)   Dapat meningkatkan minat belajar siswa
2)   Dapat menambah wawasan pengetahuan tentang Internet yang ada sekarang


 

BAB III 

TINJAUAN PUSTAKA

A.                 Analisis Teoritis

Dalam buku Teknologi Informasi dan Komunikasi karangan Hendri Pandia, disebutkan bahwa Internet adalah sekumpulan komputer yang terhubung satu dengan yang lain dalam sebuah jaringan. Disebut jaringan yang saling terhubung karena Internet menghubungkan komputer-komputer dan jaringan komputer yang ada di seluruh dunia menjadi sebuah jaringan komputer yang sangat besar.
 Dalam dunia pendidikan, ditemukan bahwa Internet merupakan angin segar yang hadir untuk mendongkrak kemajuan pendidikan di seluruh dunia termasuk Indonesia pada saat ini dan masa depan. Teknologi Internet yang sekarang berkembang dapat menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk dapat menikmati pendidikan.
Dalam buku Psikologi suatu pengantar dalam Perspektif Hukum Islam karangan Abdurrahman Saleh dan Muhbib Abdul Wahab menjelaskan tentang minat, faktor-faktor yang mempengaruhi minat ada tiga yaitu dorongan dari dalam individu, motif sosial dan faktor Emosional serta macam-macam minat dan hubungannya dengan prestasi belajar.
Dalam buku pokok-pokok Psikologi Pendidikan karangan Sukirin menjelaskan tentang pengertian minat serta macam-macam minat belajat yang terbagi menjadi dua yaitu minat belajar yang muncul dengan sendirinya dan minat belajar yang muncul berkaitan dengan usaha.
 Dari berbagai pemikiran dan hasil penelitian diatas, penulis ingin mengamati dan menyelidiki seberapa besar pengaruh penggunaan Internet terhadap Minat Belajar Siswa SMKN 1 Bontomanai.

Kerangka berpikir yaitu gambaran atau pola hubungan antar variabel atau kerangka konseptual yang akan digunakan untuk memecahkan masalah yang diteliti, disusun berdasarkan kajian yang telah dilakukan. Seorang guru diharapkan bisa mengarahkan siswanya untuk menambah waktu belajarnya dengan mengakses Internet dan juga seorang guru harus mampu memberikan pengarahan dan penjelasan tenang kerugian-kerugian dalam mengakses Internet karena Internet merupakan sebuah dunia tanpa penguasa, yang artinya semua orang mempunyai hak yang sama di Internet.
Penggunaan Internet dalam pendidikan memang mempunyai pengaruh yang sangat besar di dalam pribadi siswa. Siswa memang harus dituntun untuk menggunakan teknologi Intenet tersebut secara bijak. Banyak terjadi kejadian yang dilakukan oleh siswa dalam menggunakan Internet, misalnya siswa membuka situs-situs porno yang seharusnya tidak dilakukan oleh para generasi bangsa. Memang para guru juga dituntut untuk mengajarkan cara menggukan Internet tersebut dengan benar dan tidak menggunakan Internet tersebut untuk kejahatan.
Dengan pengetahuan Internet diharapkan siswa dapat menambah wawasan ilmu pengetahuannya sehingga minat belajar bisa bertambah dan prestasi belajarnyapun bisa ditingkatkan. Minat siswa untuk belajar memang berbeda-beda, sehingga guru perlu mengetahui bagaimana cara untuk membangkitkan minat belajar siswa didiknya agar kegiatan belajar mengajarnya berjalan dengan baik dengan apa yang diharapkan.
Berdasarkan gagasan tersebut di atas, penulis beramsumsi bahwa semakin seringnya intensitas penggunaan Internet, maka memungkinkan minat yang tinggi untuk belajar dan menumbuhkan motivasi yang lebih dalam belajar.

Menurut Suharsimi Arikunto Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu jawaban yang bersifat sementara terhadap permasalahan penelitian, sampai terbukti melalui data yang terkumpul. Apabila penulis telah mendalami permasalahan penelitiannya dengan seksama serta menetapkan anggapan dasar, maka penulis dapat membuat suatu teori sementara yang kebenarannya masih harus diuji. Sedangkan menurut Sudarto, Hipotesis adalah pendapat atau kesimpulan sementara, dengan kata lain suatu pendapat yang kita gunakan untuk menangkap kenyataan kebenaran dari suatu hal yang belum terbukti kebenarannya atau merupakan perjelasan percobaan ke arah perjalanan penjelasan yang pasti, tetapi ada alasannya yang merupakan suatu kesimpulan yang agak pasti. Dengan menelaah berbagai sumber, penulis menyatakan dugaan sementara bahwa ada pengaruh yang signifikan terhadap penggunaan Internet dengan Minat belajar siswa SMKN 1 Bontomanai.

 

 

 

BAB IV 

DESAIN, VARIABEL, POPULASI DAN SAMPEL, DAN METODE PENELITIAN

A.                Desain Penelitian

Penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam pembuatan skripsi ini yaitu dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, yaitu pendekatan yang menekankan pada angka yang diambil dari angket yang disebar ke responden. Penggunaan pendekatan kuantitatif dikarenakan pada penelitian ini penerapan analisisnya pada data-data numerical (angka) yang diolah dengan metode statistika, yaitu data-data kuantitatif yang dikumpulkan melalui pengukuran, sedang model penelitiannya yang digunakan adalah studi di SMKN 1 Bontomanai.

B.                 Variabel Penelitian
Variabel adalah suatu atribut yang dianggap mencerminkan atau mengungkapkan pengertian atau bangunan pengertian. Dalam penelitian ini ada dua variabel, yaitu:

a.    Penggunaan Internet

Penggunaan Internet dalam variabel ini di jadikan sebagai variabel bebas (variabel X). Variabel bebas adalah variabel yang pengaruhnya terhadap variabel lain yang ingin diketahui. Dalam penelitian ini variabel bebasnya adalah penggunaan Internet. Ada beberapa indikator yang menjadi permasalahan dalam penulisan skripsi ini, yaitu:
1)        Penggunaan internet di sekolah, diantaranya:
·         Menggunakan Internet untuk mengerjakan tugas individu
·         Menggunakan Internet untuk tugas Organisasi sekolah
·         Menggunakan Innternet untuk mengerjakan tugas kelompok
2)        Penggunaan Internet di rumah, diantaranya:
·         Menggunakan Internet untuk mengerjakan pekerjaan rumah (PR)
·         Menggunakan Internet untuk membuat karya tangan (handicraft)
3)        Penggunaan Internet selain di sekolah dan di rumah, dantaranya:
·         Menggunakan Internet ketika pulang sekolah
·         Menggunakan Internet dengan teman sekolah/teman bermain
·         Membuka dan menggukana facebook
4)        Indikator dalam penguasaan Internet
·         Pengetahuan tentang Internet, yaitu:
·         Mengetahui arti Internet
·         Mengetahui sejarah Internet
·         Mengetahui fasilitas yang ada di Internet
·         Menjalankan fasilitas yang ada di Internet, yaitu:
·         Mengguanakan surat elektronik (E-mail)
·         Menggunakan layanan Word Wide Web (WWW)
·         Menggunakan Search engine (mesin pencari)

b.    Minat belajar

Dalam penelitian ini minat belajar digunakan sebagai terikat (variabel Y). Variabel terikat adalah variabel penelitian yang diukur untuk mengetahui besarnya efek atau pengaruh variabel lain. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikatnya adalah minat belajar siswa SMK N 1 Batang. Ada beberapa Indikator Variabel terikat, yaitu:
1)   Pembelajaran di kelas, yaitu:
·           Kehadiran dalam pelajaran
·           Memperhatikan ketika pemblajaran berlangsung
·           Aktif bertanya pada guru tentang materi yang belum diketahui
·           Mendengarkan materi dengan baik
·           Memberi umpan balik
2)   Pembelajaran di luar kelas, yaitu:
·           Diskusi dengan teman
·           Mencari bahan belajar di perpustakaan dan di Internet
3)   Mengerjakan tugas
4)   Mengikuti kegiatan yang ada di sekolah, yaitu:
·          Aktif dalam kegiatan OSIS
·          Aktif dalam kegiatan Pramuka
·          Aktif dalam Rohis sekolah



C.                  Populasi dan Sampel
           Populasi adalah kelompok subjek yang hendak dikenai generalisasi hasil penelitian. Berdasarkan penjelasan mengenai populasi tersebut, maka peneliti menetapkan populasi dari proposal ini adalah SMKN 1 Bontomanai Kabupaten Kepulauan Selayar.
Sedangkan, sampelnya yaitu dari seluruh siswa yang ada di SMKN 1 Bontomanai, hanya beberapa siswa saja yang diteliti sebagai perwakilan untuk SMKN 1 Bontomanai.

D.                 Metode Pengumpulan Data
Agar didapat hasil yang sesuai dengan yang diharapkan maka perlu adanaya metode yang tepat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
a.       Metode angket
Angket adalah pertanyaan atau pernyataan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal lain yang diketahuinya.
Metode ini merupakan metode pokok untuk mengetahui pengaruh penggunaan Internet terhadap minat belajar siswa SMKN 1 Bontomanai.
b.      Metode Wawancara
Wawancara adalah sebuah dialog yang dilakukan oleh pewawancara untuk memperoleh informasi dari terwawancara.
Metode wawancara ini merupakan metode yang dapat membantu mencari data mengenai pengaruh penggunaan Internet terhadap Minat belajat siswa SMKN 1 Bontomanai . Penggunaan metode ini dilakukan oleh penulis kepada guru Agama dan staff karyawan lainnya yang dirasa dapat membantu mendapatkan data tentang pengaruuh penggunaan Internet terhadap minat belajar siswa SMKN 1 Bontomanai.
 c.       Metode Dokumentasi
Metode dokumentasi yaitu mencari sumber data mengenai sesuatu yang berupa catatan, buku, surat, kabar dan lainnya yang dapat membantu dalam mencari data. Metode ini digunakan untuk mengumpulkan data tentang situasi umum SMKN 1 Bontomanai yang meliputi sejarah singkat berdirinya, letak geografis, struktur Organisasi data guru dan karyawan serta data siswa yang ada di SMKN 1 Bontomanai.


BAB V 

ANALISIS DATA DAN TATA LAKSANA

A.                Analisis Data

Analisis data adalah proses penyederhanaan suatu data dalam bentuk yang mudah untuk diinterpretasikan. Dalam menganalisis data, penulis menggunakan rumus Product Moment, untuk dapat lebih jelas dan tegas dalam memperoleh kepastian penulis dalam hal-hal yang bersifat kuantitatif.
Dalam hal ini untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh Penggunaan Internet terhadap Minat belajar siswa SMKN 1 Bontomanai, penulis menggunakan rumus Product Moment sebagai berikut:


    Keterangan:
     Koefisien korelasi antara variabel X dan variabel Y
      y  =Jumlah perkalian antara variabel x dan Y
      
      
      
     











B.                 Tata Laksana
Lokasi dan waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilakukan di SMKN 1 Bontomanai, yang akan diteliti dari Bulan Februari-Mei Tahun 2016. Berikut adalah jadwal penelitian yang akan dilakukan:

No
Jenis Kegiatan
TAHUN 2016
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
A
PERSIAPAN












1
Pengajuan proposal












B
PELAKSANAAN












1.       
Studi literatur












2.       
Pengumpulan data/informasi.












3.       
Menganalisa hasil penelitian, evaluasi dan pembahasan













4.       
Penulisan laporan













          







 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA


Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, Suharsimi. 2005. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Azwar, Saifuddin. 1998. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Laily, Varriedah. 2012. “Aplikasi TIK Dalam Berbagai Bidang.” http://varriebee.blogspot.co.id, diakses Minggu 02 November 2012.

Pandia, Henry. 2007. Teknologi Informasi dan Komunikasi SMP Kelas 1 (VII).

Jakarta: Erlangga. 

Saleh, Abdul Rahman dan Muhbib Abdul Wahab. 2004. Psikologi Suatu Pengantar dalam Perspektif Islam.  Jakarta : Kencana.
Sidharta, Lani. 1996. Internet: Informasi Bebas Hambatan 2. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Sukirin. 1979. Pokok-pokok Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: FIP IKIP.







PEMANFAATAN TIK UNTUK MEMBERDAYAKAN MASYARAKAT INDONESIA (DALAM HAL PENINGKATAN KESEJAHTERAAN, KUALITAS HIDUP DAN PEREKONOMIAN MASYARAKAT PEDESAAN)


 BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar belakang
Saat ini TIK sangat berperan penting dalam kehidupan masyarakat. Dan telah banyak bermunculan berbagai cara baru dalam kehidupan manusia, bahkan sudah banyak dari cara baru yang bermunculan tersebut sudah diterapkan dalam kehidupan manusia. Hal yang menyebabkan munculnya dan diterapkannya berbagai cara baru tersebut adalah kemajuan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi yang begitu pesat. Dengan kemajuannya yang begitu pesat, membuat berbagai cara baru yang diterapkan dalam kehidupan manusia menjadi lebih efektif dan efisien dalam bidang produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini biasa juga disebut sebagai masyarakat pasca industri.
Di Indonesia, pemanfaatan potensi Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk membantu upaya pemerintah dalam upaya memberdayakan masyarakat pedesaan masih sangat langka, dikarenakan banyaknya tantangan yang dihadapi oleh TIK itu sendiri dan juga karena peluang yang ada belum bisa dimanfaatkan oleh pemerintah dalam menerapkan TIK ini dalam upaya memberdayakan masyarakatnya. Sudah seharusnya pemerintah, masyarakat dan dunia industri  bekerja sama dalam memberdayakan peran TIK dalam pembangunan nasional dan bergandengan dengan langkah-langkah pembangunan yang telah diambil untuk memberdayakan masyarakat yang berada di pedesaan. Kenyataan di lapangan dapat dinyatakan bahwa evolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi di Indonesia justru menciptakan kesenjangan sosial yang cukup tinggi antara masyarakat perkotaan dan pedesaan, padahal sebagian besar masyarakat Indonesia tinggal di pedesaan. 


Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi di daerah pedesaan bertujuan untuk memberdayakan masyarakat pedesaan. Ada berbagai alasan dari pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam upaya memberdayakan masyarakat pedesaan salah satunya adalah TIK ini memang tidak dapat memperbaiki pembangunan yang gagal, tetapi TIK dapat membuat pembangunan yang berhasil menjadi lebih baik. Teknologi hanyalah satu komponen dalam pembangunan. Terdapat sejumlah komponen lain yang harus berfungsi efektif agar teknologi dapat memberikan sumbangannya. Komponen mana yang telah berjalan dengan baik dalam pembangunan, akan berperan lebih efektif lagi jika menggunakan TIK. Namun, jika digunakan secara salah, TIK hanya akan menambah beban biaya yang tidak perlu dan akan menimbulkan kekecewaan di kalangan pemakai dan penganjurnya jika hasil yang di harapkan tak tampak, sehingga menghambat usaha-usaha selanjutnya untuk memanfaatkan TIK.

B.     Rumusan masalah
1.      Bagaimana peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi masyarakat ?
2.      Bagaimanakah peluang dan tantangan TIK dalam upaya memberdayakan masyarakat Indonesia ?
3.      Mengapa Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia ?





BAB II
PEMBAHASAN

A.    Peranan Teknologi Informasi dan Komunikasi bagi masyarakat bangsa Indonesia
Bagi bangsa Indonesia yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 230 juta yang tinggal di daerah kepulauan dengan lebih dari 17.000 pulau serta dengan keberagaman suku bangsa, budaya, adat istiadat agama, ideologi, politik, tingkat sosial ekonomi, maka peranan TIK mempunyai tiga peranan pokok, yaitu pertama: TIK merupakan instrumen dalam mengoptimalkan proses pembangunan, yaitu dengan memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat; kedua: produk TIK merupakan komoditas yang sama dengan komoditas ekonomi lainnya, yang mampu memberikan peningkatan pendapatan baik bagi perorangan, dunia usaha dan bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri TIK; ketiga: TIK bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan jaminan keamanan, keselamatan dan kedamaian bangsa dan negara melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan seluruh wilayah nusantara, yang menjangkau sampai ke pulau-pulau terpencil dan pedesaan. Untuk bisa memainkan ketiga peran pokok tersebut secara optimal, kita harus mampu melihat kondisi realitas kita sekarang ini dalam penyediaan infrastruktur, suprastuktur, sumberdaya manusia, anggaran/dana, sistem manajemen dan prosedur/ budaya kerja serta peraturan perundang-undangan yang masih serba sangat terbatas. Dengan bertolak dari penglihatan atas kondisi yang ada mengenai pemanfaatan TIK yang ada selama ini, kita akan bisa menyusun langkah-langkah yang sebaiknya dapat dilakukan secara tepat. (Moedjiono, 2010: 2-3).
Pada tahun 1999, pemerintah Indonesia memulai gerakan berbasis teknologi informasi. Sejak saat itu, hampir seluruh kegiatan masyarakat sehari-hari membutuhkan peran teknologi informasi, termasuk kegiatan bisnis dan pemerintahan. (Hanggarini dan Hendrowati, 2010: 278).
Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Sehingga TIK sangat berperan dan bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari dalam suatu masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari TIK banyak memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Hampir tidak ada sisi kehidupan manusia yang tidak banyak terjamah oleh TIK. (Bina Sarana Informatika, 2012: 1-2).
Dari kondisi riil yang ada kita dapat melihat bahwa perkembangan infrastuktur dan content  TIK yang cukup pesat di perkotaan dan sebagian desa ternyata belum memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Fakta yang ditampilkan di awal menunjukkan bahwa rakyat miskin sampai sekarang masih belum beranjak dari keadaannya. Teknologi informasi belum mampu mengangkat kesejahteraan rakyat miskin. Di satu sisi kita menyaksikan euforia cepatnya perkembangan teknologi informasi dalam keseharian kita. Yang berpengetahuan dan memiliki peluang dan modal akan semakin cepat menjadi kaya berkat teknologi informasi ini, sementara masyarakat yang miskin terus menerus berkutat dengan kemiskinannya. Ironis sekali memang, namun itulah realita yang ada di tengah masyarakat. (Talibo, 2011: https://lukmantalibo.wordpress.com, diunduh 10 November 2015).
Berdasarkan keempat pendapat diatas maka dapat disimpulkan, bahwa TIK memang memiliki peranan yang sangat penting bagi masyarakat. TIK memiliki peranan pokok bagi penduduk Indonesia, namun untuk dapat memainkan peranan pokok tersebut secara optimal, masyarakat bangsa Indonesia harus mampu melihat kondisi realitasnya yang sekarang ini. TIK juga sangat berperan dan bermanfaat bagi bisnis dan pemerintahan. Namun, dibalik peran dan manfaatnya ternyata perkembangan infrastuktur dan content  TIK belum bisa memberikan dampak secara langsung terhadap peningkatan kesejahteraan rakyat. Karena sampai saat ini, TIK belum mampu mengangkat kesejahteraan rakyat miskin.
B.     Peluang dan Tantangan TIK dalam upaya memberdayakan masyarakat Indonesia
Peluang-peluang dan tantangan pengembangan dan pendayagunaan TIK dalam meningkatkan daya saing bangsa sangat terbuka, yaitu melalui peningkatan kapasitas layanan, baik layanan publik maupun layanan komersial, serta peningkatan kapasitas industri TIK untuk pasar dalam negeri dan luar negeri yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan devisa. Keberhasilan pengembangan dan pendayagunaan TIK ini sangat bergantung dari terlaksananya prinsip kerjasama kemitraan antar semua pemangku kepentingan terkait. Untuk mewujudkan peluang-peluang tersebut secara optimal, kita masih dihadapkan pada beberapa permasalahan di bidang layanan publik, komersial yang terkait, diantaranya adalah masalah infrastruktur termasuk jaringan beserta sarana dan prasarananya, dan permasalahan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Pertama, di bidang infrastruktur; kemampuan kita seperti penetrasi telepon, penetrasi komputer dan penetrasi internet masih belum memadai untuk dapat mendukung berkembangnya layanan informasi berbasis TIK ke seluruh rakyat indonesia. Kedua, di bidang SDM yang merupakan masalah sangat strategis sangat perlu mendapat perhatian. Pengembangan SDM harus secara terus menerus dilakukan sebelum dan setelah kita membangun infrastruktur, sarana dan prasarananya. Hal ini perlu dilakukan karena karakteristik teknologi TIK yang dinamis berkembang terus menerus secara cepat. Peranan SDM TIK dalam meningkatkan daya saing bangsa terletak pada kemampuan SDM kita untuk meningkatkan layanan informasi, baik layanan publik maupun layanan komersial, serta kemampuan SDM dalam meningkatkan kapasitas industri yang mampu bersaing di pasar internasional. Secara umum kondisi SDM TIK kita masih tertinggal jauh dibanding negara-negara lain yang sudah memanfaatkan TIK. (Moedjiono, 2010: 2-3).

Pemanfaatan infrastuktur TIK di indonesia masih belum optimal dalam menunjang pengembangan ekonomi termasuk di kalangan masyarakat pedesaan, sementara itu, penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi masih belum menjadi pendekatan yang umum. Wacana mengenai TIK masih terpusat pada pengembangan industri, pemerintah dan penggunaan bisnis. Sepertinya TIK dan usaha penanggulangan kemiskinan merupakan dua hal yang tidak sejalan, meskipun telah ada usaha-usaha untuk memanfaatkan TIK untuk pembangunan dan penanggulangan kemiskinan sektor-sektor yang mencakup kesehatan, pendidikan, pertanian, pengembangan sumber daya manusia, inisiatif-inisiatif ini masih terkonsentrasi di daerah perkotaan, dan belum secara keseluruhan menjangkau masyarakat miskin di pedesaan. (Djauhari, 2011: 5).
Pada level nasional, kondisi perkembangan TIK sebenarnya cukup menggembirakan dan berhasil menciptakan momentum, semangat dan keyakinan yang tinggi untuk mengembangkan ekonomi Indonesia. Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna jaringan sosial, seperti: facebook dan twitter terbesar di dunia. World Economic Forum menilai, bahwa perkembangan dan implementasi TIK telah mengalami transisi menuju kearah yang lebih baik, yang penuh dengan kreasi dan inovasi. Inilah salah satu peluang TIK di dalam upaya memberdayakan masyarakat Indonesia. ( Lemhamnas RI, 2013: 45).
Berdasarkan ketiga pendapat diatas dapat diambil kesimpulan bahwa TIK memiliki banyak peluang dalam pemanfaatannya untuk memberdayakan masyarakat Indonesia. Salah satu diantaranya adalah  melalui peningkatan kapasitas layanan, baik layanan publik maupun layanan komersial. Namun, untuk dapat memanfaatkan peluang itu secara optimal, kita masih dihadapkan pada permasalahan di bidang layanan publik, komersial yang terkait, diantaranya adalah masalah infrastruktur dan permasalahan kompetensi sumber daya manusia (SDM). Masalah lain yang dihadapi adalah penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan TIK masih belum menjadi pendekatan yang umum. Ini dikarenakan  oleh wacana mengenai TIK masih terpusat pada pengembangan industri, pemerintah dan penggunaan bisnis.
C.    Teknologi Informasi dan Komunikasi yang dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia

Indonesia perlu mengembangkan TIK untuk menunjang pemberdayaan masyarakat karena TIK terbukti berhasil membantu secara efektif upaya-upaya mengurangi kemiskinan di negara-negara yang berkembang seperti Peru, Cina, Kepulauan Solomon, Zimbabwe, dan India. Pemberdayaan masyarakat dalam bidang informasi dan komunikasi merupakan hal yang penting, karena Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu aspek yang dapat mendukung tercapainya kesejahteraan bangsa. Sebagaimana, diamanatkan dalam UU No. 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025, masyarakat informasi Indonesia diproyeksikan pada periode jangka menengah ketiga, yaitu tahun 2015-2019. Penetapan sasaran ini didasarkan pada kenyataan bahwa kemampuan untuk mendapatkan, mengolah, dan memanfaatkan informasi mutlak dimiliki oleh suatu bangsa tidak saja untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa, tetapi juga untuk meningkatkan taraf dan kualitas hidup masyarakat. (Sulthany, 2013: 2).
TIK terbukti berhasil membantu secara efektif upaya-upaya mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang seperti Peru, Cina, Kepulauan Solomon, Zimbabwe dan India. Pengalaman-pengalaman dan pelajaran yang diperoleh dari usaha serupa di tempat lain menunjukkan bahwa TIK paling efektif bila digunakan sebagai alat untuk pembangunan, menunjang strategi-strategi pembangunan yang telah dilaksanakan atau akan disusun, daripada jika TIK diharapkan sebagai buah atau hasil pembangunan itu sendiri. Oleh karena itu, strategi TIK menawarkan jurus-jurus tambahan untuk melengkapi teknologi yang diterapkan, agar dapat lebih menjamin keefektifannya dalam melawan kemiskinan. Untuk mendorong pembangunan strategi TIK di Indonesia maka sejumlah pengamatan yang terkait dan pelajaran yang dapat ditarik dari pengalaman-pengalaman di tempat lain yang menerapkan potensi TIK patut dipertimbangkan. Di antaranya: 1) jika berdiri sendiri, TIK tidak dapat berperan optimal; 2) TIK paling tepat dimanfaatkan untuk menyempurnakan proses yang sudah berjalan cukup baik; 3) pengguna TIK biasanya orang-orang yang sudah akrab dengan TIK; 4) penerapan efektif TIK melibatkan baik infrastruktur teknologi maupun infrastuktur informasi ; 5) di pedesaan negara berkembang (yaiu tempat tinggal mayoritas penduduknya), instalasi dan perawatan infrastuktur teknologi relatif mudah dibandingkan dengan pengadaan infrastuktur informasi; 6) dengan TIK kita pantas berharap, bahkan yang tidak terduga pun dapat muncul sebagai hasil; 7) TIK mungkin membuka peluang-peluang bagi pembangunan, tetapi hasil yang diharapkan selalu muncul dari kegiatan manusianya. (Agung, 2008: 3-7).
Pembangunan Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan sumber terbentuknya iklim yang menjadi landasan bagi tumbuhnya kreativitas sumberdaya manusia yang pada gilirannya dapat menjadi sumberdaya pertumbuhan dan daya saing ekonomi. Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan faktor yang memberikan kontribusi sangat signifikan dalam peningkatan kualitas masyarakat melalui peranannya dalam pertumbuhan ekonomi suatu bangsa. Menurut (Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia, 2006: 6).
Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah, jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya. Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan Teknologi Informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan dan kemajuan Teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi hal baru dan upaya peningkatan kinerja serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance). (Laily http://varriebee.blogspot.co.id, diunduh Sabtu 14 November 2015).
Berdasarkan keempat pendapat diatas maka dapat disimpulkan, bahwa alasan mengapa TIK yang dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia adalah karena TIK telah terbukti berhasil membantu secara efektif upaya-upaya untuk mengurangi kemiskinan di negara-negara berkembang, dan Indonesia dapat mengambil pelajaran dari pengalaman-pegalaman tersebut untuk mengembangkan TIK dalam rangka untuk memberdayakan masyarakatnya. Alasan lainnya adalah karena pengembangan TIK itu merupakan sumber terbentuknya iklim sebagai landasan bagi tumbuhnya kreativitas sumberdaya manusia yang pada gilirannya dapat menjadi sumberdaya pertumbuhan dan daya saing ekonomi. Dan karena Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan faktor yang memberikan kontribusi sangat signifikan dalam peningkatan kualitas masyarakat melalui peranannya dalam pertumbuhan ekonomi suatu bangsa.














BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
TIK memiliki peranan penting dalam upaya memberdayakan masyarakat Indonesia. Keberhasilan dari pemanfaatan TIK untuk memberdayakan masyarakat tergantung dari SDM (sumber daya manusia) dan infrastruktur serta dana/anggaran yang tersedia. TIK memiliki tiga peran pokok dalam upayanya untuk memberdayakan masyarakat Indonesia, yaitu pertama: TIK merupakan instrumen dalam mengoptimalkan proses pembangunan, yaitu dengan memberikan dukungan terhadap manajemen dan pelayanan kepada masyarakat; kedua: produk TIK merupakan komoditas yang sama dengan komoditas ekonomi lainnya, yang mampu memberikan peningkatan pendapatan baik bagi perorangan, dunia usaha dan bahkan negara dalam bentuk devisa hasil ekspor jasa dan produk industri TIK; ketiga: TIK bisa menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan jaminan keamanan, keselamatan dan kedamaian bangsa dan negara melalui pengembangan sistem informasi yang menghubungkan seluruh wilayah nusantara, yang menjangkau sampai ke pulau-pulau terpencil dan pedesaan.
TIK dimanfaatkan dalam upaya memberdayakan masyarakat, karena TIK merupakan sumber terbentuknya iklim yang menjadi landasan bagi tumbuhnya kreativitas sumberdaya manusia yang pada gilirannya dapat menjadi sumberdaya pertumbuhan dan daya saing ekonomi.  Alasan lain mengapa TIK yang dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat adalah karena dengan adanya TIK maka informasi yang diperoleh masyarakat akan mencukupi sehingga masyarakat akan belajar untuk menentukan pilihannya. Selain itu, TIK juga paling efektif bila digunakan sebagai alat untuk pembangunan, menunjang strategi-strategi pembangunan yang telah dilaksanakan atau akan disusun, daripada jika TIK diharapkan sebagai buah atau hasil pembangunan itu sendiri.

Peluang-peluang TIK dalam upaya memberdayakan masyarakat peedesaan antara lain adalah melalui peningkatan kapasitas layanan, baik layanan publik maupun layanan komersial, serta peningkatan kapasitas industri TIK untuk pasar dalam negeri dan luar negeri yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan peningkatan devisa. Meskipun TIK memiliki peluang dalam pemanfaatannya untuk memberdayakan masyarakat, TIK mengalami berbagai tantangan. Di antaranya adalah pemanfaatan infrastuktur TIK di indonesia masih belum optimal dalam menunjang pengembangan ekonomi termasuk di kalangan masyarakat pedesaan, sementara itu, penanggulangan kemiskinan dengan menggunakan teknologi informasi dan komunikasi masih belum menjadi pendekatan yang umum. Wacana mengenai TIK masih terpusat pada pengembangan industri, pemerintah dan penggunaan bisnis.

B.     Saran
Pemerintah sudah semestinya menerapkan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam upaya memberdayakan masyarakatnya. Karena, seperti yang telah diketahui oleh masyarakat luas bahkan di kalangan pemerintahan pun bahwa TIK merupakan suatu media yang memang perkembangannya sangat cepat dan pesat serta perkembangannya sampai saat ini belum terlihat titik jenuhnya. Dan bila TIK ini dimanfaatkan untuk memberdayakan masyarakat Indonesia, ada kemungkinan ke depannya akan terus berlanjut asalkan dalam penerapannya hal-hal yang semestinya di perhatikan, jangan sampai di abaikan. Karena bisa saja penerapannya akan gagal. Bukan membawa hasil yang diharapkan tapi malah merugikan negara. Disini seluruh pemerintah baik dari pusat sampai ke daerah harus mampu bekerjasama dalam hal untuk memanfaatkan TIK ini. Karena keberhasilan pendayagunaan TIK ini sangat bergantung dari terlaksananya prinsip kerjasama kemitraan antar semua pemangku kepentingan terkait.